Pdm. Yehuda
Yermiadi
NATS : 1 RAJA 17:1-6 KISAH PEMELIHARAAN ALLAH KEPADA ELIA DI
SUNGAI
KERIT
PENDAHULUAN :
Kerajaan Israel Utara saat itu dipimpin oleh raja
Ahab bin Omri (kejahatannya tercatat dalam : 1 Raja 16:31 Seakan-akan belum cukup ia hidup dalam dosa-dosa Yerobeam bin
Nebat, maka ia mengambil pula Izebel, anak Etbaal, raja orang Sidon,
menjadi isterinya, sehingga ia pergi beribadah kepada Baal dan sujud
menyembah kepadanya 16:32 Kemudian ia
membuat mezbah untuk Baal itu di kuil Baal yang didirikannya di
Samaria. 16:33 Sesudah itu Ahab
membuat patung Asyera, dan Ahab melanjutkan bertindak demikian, sehingga ia menimbulkan sakit hati TUHAN,
Allah Israel, lebih dari semua raja-raja Israel yang mendahuluinya.
PREPOSISI :
Elia nabi yang hidup di jaman raja Ahab.
Elia adalah sosok pribadi yang menjadi inspirasi
bagi kita hari ini.
Di tengah krisis
/ bencana kekeringan, Elia justru mengalami kelimpahan anugerah Tuhan.
Elia dipelihara oleh Tuhan.
PERTANYAAN UNTUK DIRENUNGKAN :
Mengapa Elia mengalami pemeliharaan
Allah ?
PEMBAHASAN :
I.
KARENA ELIA YAKIN BETUL BAHWA ALLAH YANG DIA LAYANI ADALAH ALLAH YANG
HIDUP
Baca : 1 Raja 17:1 Lalu berkatalah Elia, orang Tisbe, dari Tisbe-Gilead, kepada Ahab: "Demi Tuhan yang hidup, Allah Israel, yang kulayani, sesungguhnya tidak akan ada embun atau hujan pada tahun-tahun ini, kecuali kalau kukatakan."
1.
Banyak
anak Tuhan yang tidak yakin Allahnya hidup
2.
Contoh seorang ibu yang masih hiduplah yang bisa
memelihara anaknya.
3.
Suatu
perbandingan yang kontras dengan Ahab
Elia
à
melayani Allah yang hidup
Ahab à melayani allah yang mati ( baal
/asyera)
II.
KARENA YANG DIKATAKAN TUHAN, ITULAH YANG DIKATAKAN ELIA
Baca : bagian b sesungguhnya tidak akan ada embun atau
hujan pada tahun-tahun ini, kecuali
kalau kukatakan."
1.
Elia bertindak sesuai
dengan apa yang Tuhan katakan dan perintahkan demikian juga kita
III.
KARENA ELIA MENURUTI APA YANG DIPERINTAHKAN TUHAN :
Baca : 1 Raja 17:3 "Pergilah dari sini, berjalanlah
ke timur dan bersembunyilah di
tepi sungai Kerit di sebelah timur sungai Yordan
17:4 Engkau dapat
minum dari sungai itu, dan burung-burung gagak telah
Kuperintahkan untuk memberi makan engkau di sana." 17:5 Lalu ia pergi dan ia melakukan seperti
firman TUHAN; ia pergi dan diam di tepi sungai Kerit di sebelah timur
sungai Yordan. 17:6 Pada waktu pagi dan petang
burung-burung gagak membawa roti dan daging kepadanya, dan ia minum dari sungai
itu.
1.
Elia diperintahkan Tuhan
tinggal di sungai kerit, dia nurut
2.
Bagaimana caranya Burung
itu kirim makanan ke Elia pagi Sore kepada Elia?
3.
Perhatikan : 17:4 Engkau
dapat minum dari sungai itu, dan burung-burung gagak telah Kuperintahkan untuk memberi makan engkau di sana." Saat firman ini
datang, peristiwa yang diakatakan Tuhan belum terjadi, tetapi Elia percaya.
Makanya di ayat selanjutnya dikatakan : 17:5 Lalu ia pergi dan ia melakukan seperti
firman TUHAN; ia pergi dan diam di tepi sungai Kerit di sebelah timur
sungai Yordan.
4.
Burung-burung gagak
diperintahkan Tuhan kasih makan Elia, rutin pagi dan petang, nurut
5.
Saudara nggak disuruh
antar makanan ke Elia, Cuma disuruh Tuhan doa setiap pagi dan petang rutin,
saudara nurut nggak ?
KESIMPULAN :
Kalau saudara rindu mengalami pengalaman seperti Elia yang
dipeliharan Tuhan, maka :
1.
Yakini bahwa Allah yang
saudara sembah adalah Allah yang Hidup
2.
Bertindaklah dan hiduplah
sesuai apa kata firman Tuhan. dan
3.
Turuti apa yang
diperintahkan Tuhan
4.
Melangkahlah dengan Iman
maka mujizat akan terjadi.
5.
Sungai Kerit menjadi
saksi pemeliharaan Allah kepada Elia
6.
Yakobus 5:17 Elia adalah manusia biasa sama seperti kita, dan ia telah bersungguh-sungguh berdoa,
supaya hujan jangan turun, dan hujanpun tidak turun di bumi selama tiga tahun
dan enam bulan. 5:18 Lalu ia berdoa
pula dan langit menurunkan hujan dan bumipun mengeluarkan buahnya
Di ayat ini kita punya kesamaan dengan Elia, yaitu sama2 manusia biasa,
tetapi dalam hal berdoa sama nggak kita dengan Elia ? dan ia telah
bersungguh-sungguh berdoa.
Sungguh-sungguh
nggak kita : berdoa,
beribadah,
hidup sesuai firman Tuhan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar